Market Watch

Economic Calendar

Senin, 01 Desember 2008

Monex bidik pasar Asia



JAKARTA: (bisnis indonesia)PT Monex Investindo Futures menargetkan dapat lebih berperan di pasar Asia dalam kurun waktu 3 tahun mendatang.

Monex berani memasang target itu dicanangkan perusahaan pialang itu setelah mampu menguasai pasar dalam negeri termasuk dari sisi jumlah transaksi untuk kontrak di antaranya valuta asing, indeks saham asing, dan komoditas.

Volume tranksaksi Monex pada Oktober 2008 mencapai 105.000 lot per bulan dari sebelumnya yang hanya mencatatkan perolehan rata-rata 60.000-80.000 lot per bulan. (Bisnis/23/nom)

Harga emas spot pagi ini US$809,90 per ounce

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA: Harga emas di pasar spot pagi ini tercatat di level US$809,90 per ounce atau menurun jika dibandingkan dengan level akhir pekan lalu yang bertengger di tingkat US$813,30 per ounce, ungkap siaran televisi CNBC.

Harga emas naik untuk kelima kalinya dalam sepekan karena spekulasi penurunan nilai tukar dolar yang terus melebar, meningkatkan permintaan terhadap logammulia itu sebagai alternatif investasi.

Sedikitnya 22 dari 35 pedagang, investor dan analis yang disurvei dari Melbourne hingga Dallas pada 26-28 November memberikan rekomendasi untuk membeli emas, yang naik 3,4% pekan lalu menjadi US$819 per ounce di New York. Delapan menyatakan jual dan lima lainnya netral.

Nilai tukar dolas AS turun 1,9% pekan lalu terhadap enam mata uang utama. Harga emas naik mencapai rekor pada Maret. Dolar AS tertekan hingga penurunan mingguan keempat terhadap yen Jepang setelah Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat, berkomitmen menambah dana bantuan senilai US$800 miliar untuk mencairkan pasar kredit.

Hal ini mengurangi kepanikan pasar yang akhirnya kembali melepas mata uang AS ini.

Hasil survei terakhir adalah yang menyatakan bullish 22, bearish 8 dan netral 5.

Sementara itu, dari London Bloomberg melaporkan emas diperdagangkan mendekati tertinggi lima pekan di London karena spekulasi Federal Reserve bakal memangkas suku bunga melemahkan dolar AS, sehingga mengangkat kinerja logam mulia itu sebagai alternatif investasi.(ln)


Pertumbuhan upah di Jepang turun

oleh : Elsya Refianti

TOKYO (Bloomberg): Pembayaran gaji di Jepang anjlok pertama kali tahun ini pada Oktober lalu setelah sejumlah perusahaan melakukan pemangkasan terbesar enam tahun lebih pada upah lembur karena kebijakan penurunan produksi.

Upah bulanan, termasuk lembur dan sejumlah bonus, turun 0,1% dari setahun sebelumnya menjadi 274.751 yen (US$2.876), kata Kementerian Tenaga Kerja Jepang di Tokyo pada hari ini.

Resesi di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu pada bulan lalu bertambah dalam karena pabrikan merencanakan pemangkasan produksi tertajam dalam 35 tahun dan penurunan belanja konsumen.

Sejumlah perusahaan Jepang akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 30.000 pekerja paruh waktu dan kontrak sebelum akhir tahun bisnis pada Maret, kata Kementerian itu pada pekan lalu.

"Pemangkasan signifikan pada produksi secara alami menimbulkan tekanan terhadap pertumbuhan upah," kata Takeshi Minami, Kepala Ekonom di Norinchukin Research Institute, di Tokyo. "Melambatnya upah berarti turunnya belanja konsumen."

Jam kerja lembur di kalangan pabrikan turun 11,1%, mengarah kepada penurunan pertumbuhan upah secara keseluruhan, kata Akira Motokawa, Kepala Divisi Statistik Kementerian Tenaga Kerja Jepang.

Pengurangan tenaga staff paruh waktu telah diumumkan pada bulan lalu oleh Mitsubishi Motors Corp, Daimler AG's Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corp, Isuzu Motors Ltd, Mazda Motor Corp dan Toyota Motor Corp.

Pada Oktober, kalangan rumah tangga menekan belanjanya memasuki bulan kedelapan, jumlah lapangan kerja yang tersedia untuk setiap pelamar tergelincir ke terendah 4 tahun dan sentimen konsumen anjlok ke rekor terendah.

Indeks patokan Jepang yakni Nikkei 225 Stock Average telah tertekan 45% dari nilainya pada tahun ini.(er)