Market Watch

Economic Calendar

Rabu, 04 Maret 2009

ECB diprediksi pangkas bunga sampai terendah

oleh : M. Yunan Hilmi

LONDON (Bloomberg): F&C Asset Management memprediksi European Central Bank memangkas suku bunga patokan di luar perkiraan sebesar 1% poin pekan ini menyusul makin memburuknya kinerja ekonomi.Penurunan 1% akan mendorong suku bunga dari dana di kawasan sebanyak US$1,2 triliun menjadi 1%, terendah dalam 10 tahun sejarah ECB.
Seluruh ekonom yang disurvei Bloomberg, 55 orang, memprediksikan bank sentral berbasis di Frankfurt itu bakal memangkas 0,50% poin dalam pertemuan 5 Maret."Kawasan euro mengalami masalah berat. Saya yakin ECB harus membuat pernyataan penting.
Sejak pertemuan terakhir mereka, pasar modal terus terpuruk, kinerja belanja konsumen suram, dan timbul persepsi pasar prospek membaiknya situasi makin terbatas," kata Michiel de Bruin, analis F&C Asset Management Belanda di Amsterdam.Komisi Eropa memprediksikan perekonomian kawasan euro menciut 1,9% tahun ini. Selama kuartal IV/2008 ekonomi mengalami kontraksi 1,5%.
Pada Desember, anggota dewan ECB Axel Weber menolak penurunan 15 poin dan rekannya Yves Mersch mengatakan cakupan penurunan itu sangat terbatas. Hal itu mengisyaratkan ECB tidak mungkin mengikuti kebijakan suku bunga Federal Reserve dan Bank of England.Fed menargetkan suku bunga antara 0% sampai 0,25%. Bank of England, yang menggelar pertemuan pada hari sama dengan ECB, memangkas suku bunga patokan menjadi 1%.(yn)

Selasa, 03 Maret 2009

Pialang berjangka tolak investasi di sistem perdagangan baru

JAKARTA: Asosiasi Pialang Berjangka Indonesia berharap rencana PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menggunakan sistem perdagangan yang baru tidak membebani pialang anggotanya dengan kewajiban dana investasi.Ketua Umum APBI I Gede Raka Tantra mengatakan pialang berharap dapat menikmati sistem tersebut secara gratis meski mengakui platform perdagangan di BBJ itu perlu diperbarui agar pasar lebih likuid."Jadi [pialang] tidak perlu investasi.
Yang investasi BBJ saja," katanya kepada Bisnis, di Jakarta belum lama ini.Selain itu, sambungnya, penggunaan platform tunggal akan memudahkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam mengawasi transaksi pialang terhadap produk komoditas yang dipasarkan di BBJ dan perdagangan di luar bursa.Kepala Divisi IT dan Trading BBJ Lukas Lauw saat dihubungi Bisnis kemarin mengatakan investasi di sistem baru itu belum diputuskan apakah akan menjadi investasi yang ditanggung bersama oleh BBJ dan PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Dia melanjutkan investasi sistem perdagangan baru itu diupayakan seminimal mungkin atau bahkan mungkin tidak ada investasi yang mesti dikeluarkan perusahaan pialang."Kami memperhatikan unsur-unsur seperti itu. Dalam pengujiannya, kami memperhitungkan aspek nonteknis, yakni aspek finansial karena dana KBI dan BBJ kan terbatas juga," kata Lukas.Dia menuturkan BBJ sudah mempresentasikan sejumlah sistem yang disodorkan vendor ke hadapan stakeholder beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, BBJ tengah menggodok empat platform perdagangan yang diajukan empat vendor untuk pengembangan sistem perdagangan secara online. Keempat vendor itu adalah Globex, MetaTrade ver 4.0, Realtime Forex dan TradePro."Kami sudah melakukan evaluasi terhadap sistem yang diajukan, sudah pula mempertimbangkan dari sisi teknis dan finansial dan mengajukan rekomendasi kepada Bappebti, KBI, dan BBJ," ujarnya.
Dia mengatakan platform yang akan dipakai BBJ akan disampaikan dalam waktu dekat. Lukas memperkirakan jumlah investasi keseluruhan yang dibutuhkan untuk instalasi single platform itu lebih dari Rp5 miliar. "Kami juga sedang menegosiasikan biayanya dengan para vendor."Sejumlah pialang berharap BBJ akan memilih platform yang paling banyak dipakai di bursa berjangka saat ini seperti MetaTrade ver 4.0. Lukas mengakui sistem tersebut relatif banyak kelebihannya dan cukup populer di Tanah Air.
Beberapa waktu lalu, Lukas mengatakan pembangunan sistem baru perlu waktu lebih dari setahun. Kepala Bappebti Deddy Saleh juga berkomentar salah satu kendala untuk membangun sistem baru adalah biaya yang mahal.Selain itu, ada kebijakan khusus terkait dengan pialang yang lebih dahulu berinvestasi dalam sistem dan ternyata tidak bisa terpakai karena single platform itu.Lukas mengatakan secara ideal pialang memang tidak dikenai biaya pemasangan platform baru. Namun, imbuhnya, dengan melihat kemampuan keuangan KBI ataupun BBJ yang rendah, belum diputuskan lagi mengenai bentuk kompensasinya.
Oleh Nana Oktavia Musliana
Resesi AS diduga hingga 2010


Bloomberg: Memasuki bulan ke-15, resesi AS kemungkinan akan terus berlanjut sampai tahun 2010 atau lebih, tulis sejumlah ekonom terkemuka di New York Times hari ini.

“Mudah saja membayangkan kemerosotan dua tahun berturut-turut,” ujar Nuall Ferguson, pengamat ekonomi dari Universitas Harvard, salah satu dari 11 perkiraan para ekonom. “Namun saya tidak bisa memperkirakan dua tahun setelahnya,” ungkapnya.

GDP AS menurun 6,2% dari Oktober sampai Desember, lebih besar dari yang diantisipasi para ekonom serta yang terburuk sejak 1982, lapor Commerce Department 27 Februari lalu.

Belanja konsumen, yang mempengaruhi 70% dari perekonomian, merosot tertajam hampir sepanjang tiga dekade terakhir.

Tanda-tanda akan ada kemajuan tahun ini sepertinya hanya angan-angan karena rendahnya angka konsumerisme, tulis Stephen Roach, chairman Morgan Stanley Asia. Ia memprediksikan tidak akan ada perbaikan ekonomi sampai 2010 atau awal 2011.
���
The Standard & Poor’s 500 Index turun 12 poin minggu lalu saat pemerintah untuk ketiga kalinya ikut campur dalam mencegah jatuhnya Citigroup Inc.

Mantan vice chairman Federal Reserve Alan Blinder dan mantan presiden St. Louis Fed, William Poole, menyatakan optimistis akan terjadi perbaikan akhir tahun ini.

“Pada poin tertentu bisnis perumahan menyentuh poin terrendah,” ucap Blinder, professor ekonomi di Universitas Princeton.

Harga-harga mulai merangkak naik, ujar editor Grant’s Interest Rate Observer,James Grant.

“Harga-harga anjlok saat ini, memang menyedihkan, adalah hasil stimulus pasar sendiri,” tulisnya. “Sebelum Anda menyadarinya, pasar saham dan realestat, akan kembali menempati posisi sebelumnya.”

Eric Schmidt, chairman dan eksekutif Google Inc., maka kemajuan akan terjadi sejalan dengan para konsumen mengambil keuntungan dari kesempatan pembelian. “Masyarakat AS senang berdagang,” tulisnya.

Namun perbaikan masih tetap dalam angan-angan. Begitu pendapat sejumlah ekonom.

“Di saat resesi mungkin berakhir pada akhir tahun ini, putara kredit yang lebih luas akan tetap terasa pada aktivitas ekonomi sampai dekade berikutnya,” ungkap George Cooper, penulis “The Origin of Financial Crises: Central Banks, Credit Bubbles and The Efficient Market Fallacy.”

Setelah menderita krisis bank, perekonomian biasanya membutuhkan empat tahun untuk kembali ke posisi personal incomenya, sebut Carmen Reinhart, ekonom dari Universitas Maryland.

Professor Universitas New York Nouriel Roubini yang memprediksikan krisis ekonomi dan finansial menyatakan resesi akan terjadi selama 36 bulan. Mungkin saja, tulisnya, penyusutan ini, yang biasanya berbentuk U, malah berubah menjadi bentuk L mendekati depresi.” (t03/ln)