Market Watch

Economic Calendar

Kamis, 19 Maret 2009

The Fed pertahankan bunga dan beli treasury


WASHINGTON (Bloomberg): Federal Reserve mempertahankan suku bunganya pada level 0%-0,25% pada pertemuan tadi malam. Selain itu The Fed berencana membeli treasury senilai US$300 miliar.

Usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pagi tadi waktu Indonesia Bagian Barat, The Fed mengumumkan akan membeli lebih dari US$300 miliar treasury (surat utang pemerintah) jangka panjang dalam enam bulan ke depan.

Selain itu bank sentral AS ini juga akan meningkatkan pembelian surat utang yang terkait dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar US$750 miliar untuk menurunkan tingkat bunga KPR lagi.

Komitmen untuk membeli treasury ini dan menambah kredit yang terkait dengan perumahan, akan berdampak pada turunnya suku bunga kredit modal kerja dan konsumen.

Pejabat The Fed juga mengumumkan untuk menambah neraca keuangan bank sentral hingga mencapai US$1,5 triliun, dan mengatakan akan menggenjot pembelian pinjaman konsumer termasuk aset lainnya seperti obligasi korporasi, dan obligasi pemerintah.

Keputusan The Fed yang di luar dugaan ini setelah angka pengangguran� meningkat hingga rekor tertinggi dalam seperempat abad menjadi 8,1%.

Yield surat utang negara bertenor 10 tahun turun menjadi 2,48% pada pukul 4:40 p.m waktu New York dari 3,01% kemarin, penurunan terbesar sejak 1962. Indeks saham Standard & Poor’s 500 naik 2,1% menjadi 794,35 pada penutupan tadi malam.

"Mereka ingin memberi kejutan kepada pasar modal, dan The Fed ternyata berhasil," kata Ajay Rajadhyaksha, head of fixed-income strategy Barclays Capital di New York.

Sejumlah bank sentral di seluruh dunia mulai mengambil kebijakan dengan target suku bunga yang mendekati nol. Bank of England membeli obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Bank of Jepang menambah pinjaman ke bank, Swiss National Bank mengintervensi pelemaham kurs franc.

Ketika membeli obligasi pemerintah, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, akan langsung mendorong inflasi. Para pejabat bank sentral optimistis langkah ini akan kembali menambah permintaan.

Sementara itu data inflasi bulan Februari menunjukkan peningkatan sedikit di atas estimasi. Meningkatnya inflasi ini disebabkan oleh kenaikan harga energi dan makanan yang bertambah 1,8% periode Februari dibandingkan Februari tahun lalu. Yield obligasi pemerintah AS dan dolar AS melemah akibat langkah yang akan diambil oleh The Fed.

Bernanke mengatakan bank sentral berupaya untuk mengatasi kontraksi kredit dari kejatuhan yang terburuk dalam 60 tahun. Tenaga kerja di AS sudah terpangkas 4,4 juta orang sejak awal tahun lalu. Produksi sektor industri turun 1,4% pada Februari, penurunan keempat bulannya, ketika kapasitas produksi yang terpakai hanya 70,9%.

"Informasi yang kami terima sejak pertemuan Federal Open Market Committee pada Januari, menyatakan perekonomian melanjutkan penyusutan. Komite mengantisipasi dengan kebijakan menstabilkan pasar keuangan, bersamaan dengan fiskal dan stimulus moneter, yang akan berkontribusi kepada kestabilan pertumbuhan ekonomi," tulis pernyataan The Fed.

World Bank memprediksi perekonomian global berkontraksi (menyusut) tahun ini untuk pertama kali sejak Perang Dunia II. Dengan dmeikian bank sentral masing-masing negara harus mengguyur dana untuk perekonomiannya dengan salah satu cara menurunkan bunga hingga mendekati nol.

The Fed sudah memangkas suku bunga acuan dari 5,25% pada awal September 2007 dipicu kredit macet. Pemerintah saat ini fokus pada bagaimana menyelamatkan perekonomian dengan mengguyur dana. The Fed sudah berkomitmen untuk membeli US$600 miliar surat utang berbasis sekuritas dan obligasi yang dijual pemerintah untuk mendukung agen perumahan.

0 komentar: