Market Watch

Economic Calendar

Senin, 09 Maret 2009

Pasar keuangan rugi US$50 triliun


JAKARTA (bisnis.com): Penurunan nilai aset keuangan di seluruh dunia selama 2008 akibat krisis global mencapai US$50 triliiun.


Penelitian terbaru bertajuk "Global Financial Turmoil and Emerging Market Economies: Major Contagion and a Shocking Loss of Wealth?" dari Bank Pembangunan Asia (ADB) menyebutkan negara berkembang di Asia merugi US$9,6 triliun.

Siaran pers yang dikutip Bisnis dari situs resmi ADB menyebutkan bahwa negara berkembang Asia lebih terpukul dengan krisis keuangan global dibandingkan negara berkembang di kawasan lain. Kondisi itu terjadi karena pertumbuhan ekonomi negara berkembang di Asia lebih cepat dibandingkan negara berkembang di luar Asia.

Perkembangan sektor keuangan pada negara berkembang di Asia terlihat dari lonjakan pertumbuhan nilai aset keuangan di dibandingkan produk domestik bruto. Di negara berkembang Asia, nilai aset keuangan naik menjadi 370% atas PDB dari 250% atas PDB selama 2003.

Di Amerika Latin, rasio aset keuangan atas PDB hanya naik 30%, dengan estimasi kerugian dari aset keuangan di bawah US$2,1 triliun atau 57% dari PDB.

"Sampai sekarang, ini merupakan krisis paling serius yang memukul ekonomi dunia, sejak Depresi Besar. Krisis ini berasal dari Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, sekarang sejumlah negara dan kawasan telah ikut mengalami krisis. Saya khawatir keadaan akan sulit sebelum ada perbaikan," jelas Presiden ADB Haruhiko Kuroda.

ADB juga memperkirakan kerugian ekuitas dan pasar obligasi, termasuk obligasi berbasis hipotek dan aset lain, serta depresiasi sejumlah mata uang dibandingkan nilai tukar dolar AS. Penelitian itu tidak memperhitungkan produk turunan keuangan, seperti credit default swaps, yang terus berkembang di pasar keuangan. (tw)

0 komentar: