Market Watch

Economic Calendar

Selasa, 12 Februari 2008

FOKUS PASAR

RINGKASAN

Meski gambaran keseluruhan dolar AS, fokus berpindah ke berita buruk dari seluruh dunia.
G7 dorong negara produsen minyak naikkan produksi ditengah harga tinggi dan menyetujui IMF tahun ini melakukan penjualan sebagian dari cadangan emasnya sebesar $92 milyar (£47 milyar).
G7 kuatir penghapusbukuan kerugian pada sekuritas yang berhubungan dengan kredit sub-prime AS bisa mencapai $400 milyar.
Bush berkata dia tidak percaya ekonomi AS berada dalam resesi dan dia akan menandatangani paket $152 milyar Hari Rabu.
Presiden Venezuela Hugo Chavez ancam akan memotong ekspor, mendorong minyak ke $200 per barrel.

Reli Dolar AS Kemungkinan Berlanjut Di Minggu Mendatang
Reli Dollar AS akhir-akhir ini kemungkinan masih akan berlanjut searah dengan para investor yang masih fokus pada pemangkasan suku bunga serta pelambatan ekonomi Eropa. Sementara ketakutan besar datang dari data ekonomi AS yang masih stagnan, dimana kekhawatiran tersebut telah diserap oleh pasar menurut analis. Sehingga fokusnya kini beralih pada berita buruk di belahan dunia yang lain, terutama setelah pemangkasan suku bunga Bank Sentral Inggris, dan komentar kurang menyenangkan dari pembuat kebijakan ECB Jean-Claude Trichet, minggu yang lalu. Faktor tersebut membuat US dollar untuk memiliki performa yang terbaik semenjak Juni 2006 dengan beberapa ukuran. "Pasar telah menyerap berita negatif dari AS,” kata Meg Browne, strategis currency senior pada Brown Brothers Harriman. Meskipun begitu secara keseluruhan prospek US Dollar, dengan seri data pertama yang kemungkinan tidak dapat terkontrol lagi dapat menyebabkan fluktuasi lebar di minggu mendatang.

Prospek Buruk Setelah Pertemuan G7
Trader di London menyiapkan mental mereka untuk fluktuasi ekstrem di pasar setelah pertemuan menteri keuangan G7 selama akhir minggu menyiratkan prospek yang semakin buruk terhadap ekonomi global dan bahkan kerugian perbankan yang baru terkait subprime mortgage. Henry Paulson, US Treasury Secretary, secara langsung menyuarakan prospek ketidakstabilan yang akan datang, dan memberikan peringatan bahwa pasar “seharusnya mengharapkan fluktuasi yang kontinyu searah dengan resiko disesuaikan kembali”. Pertemuan, yang diadakan di Tokyo , mungkin semakin memicu kekacauan harga emas, yang minggu lalu ditutup pada kisaran $923 per ounce, mendekati rekor tertingginya. G7 voting untuk menyetujui IMF menjual sebagian cadangan emas $92 milyar (£47 milyar). Pasar energi – yang biasanya tidak dipermasalahkan dalam pertemuan menteri G7juga diperkirakan tensi nya akan meningkat, menurut analis dari Nomura Securities. G7 menginginkan Negara produsen minyak untuk meningkatkan produksi seiring dengan tingginya harga.

Kerugian akibat Sub-Prime Mencetak $400M
Pembuat kebijakan senior telah menaikkan proyeksi kerugian sektor kredit dan mengimplikasikan institusi finansial akan menderita penghapus bukuan (write-offs) . Yang berbicara setelah pertemuan pemimpin G7, Peer Steinbr├╝ck, Menteri Keuangan Jerman, mengatakan G7 takut kerugian penghapus bukuan pada sekuritas yang berhubungan dengan kredit KPR dapat mencapai $400M. Angka ini sangat tajam dibanding kerugian sebesar $120M yang dibuka oleh bank Wall Street serta institusi lainnya. Selain itu juga jauh lebih besar dibanding estimasi The Fed sendiri tahun lalu diestimasikan hanya $100M-$150M. Namun menteri keuangan G7 mengakui bahwa masih tidak jelas sampai sejauh mana penderitaan kredit KPR ini akan berakhir, namun bukan berarti pemecahan kekacauan kredit ini masih belum pasti. Mr Steinbr├╝ck dan menteri lainnya meminta secara khusus pada institusi finansial untuk menyediakan “keterbukaan sumber dana’’ terhadap kerugian, untuk mengembalikan kepercayaan. "Info ini negatif untuk Saham dalam Jangka Pendek "

Bush Tanda Tangan UU Stimulus $152 milyar Hari Rabu Ini
Presiden AS George W. Bush mengatakan hari Senin akan menandatangani paket $152 milyar hari Rabu yang bertujuan menjaga perekonomian terbesar dunia dari resesi dengan potongan pajak dan insentif investasi bisnis. Mengomentari ekonom sektor swasta, Bush mengatakan dia tidak percaya ekonomi AS dalam resesi meski pasar rumah jatuh, meluasnya krisis kredit dan untuk pertama kali dalam 53 bulan, penurunan lapangan pekerjaan di Januari. “Saya akan menandatangani UU ini hari Rabu,” kata Bush dalam wawancara dengan Fox News hari Minggu. Ketika ditanya apakah Bush akan melakukan aksi lanjutan bila ekonomi berlanjut memburuk, Bush berkata: “Kami akan memperhatikan itu nanti.” Pertumbuhan ekonomi AS melambat cepat ke 0.6% kuartal ke-4 tahun lalu, setelah kenaikan 4.9% pada kuartal ke-3, kata pemerintahan AS.

Gejolak Minyak Dari VenezuelaMinyak mentah naik untuk hari ke-3 setelah Presiden Venuzuela Hugo Chavez mengancam akan memotong ekspor ke AS sebagai perlawanan terhadap aksi hokum Exxon Mobile Corp. membekukan $12 milyar dari asset minyak. Chavez mengatakan bahwa jika AS melanjutkan “perang ekonomi”-nya, Venezuela akan memotong ekspor, mendorong minyak ke $200 per barrel. Harga minyak rebound dari level rendah 2 minggu akhir minggu lalu setelah kerusakan pipa menunda ekspor minyak Bonny Light dari Royal Dutch Shell Plc dari Nigeria dan lambatnya pengiriman North Sea . Harga minyak mentah untuk pengiriman Maret naik 94 sen, atau 1 % , ke $92.71 per barrel pada perdagangan elektronik di NYME. Pada pagi hari perdagangan di Singapura berada di $92.11.

Indeks PPI U.K. Naik
Pabrik-pabrik U.K. menaikkan harga dengan lau tercepat sejak 1991 di Januari karena kenaikan pada biaya bahan baku mencapai harga tertinggi, menambah tekanan pada inflasi. Biaya bahan baku naik 19.1% per tahun, tertinggi sejak tahun 1986. BoE menurunkan suku bunga untuk ke-2 kali dalam 3 bulan minggu lalu untuk membantu ekonomi dari pelambatan pertumbuhan. Para pejabat menyeimbangkan resiko terhadap ancaman inflasi karena pabrik-pabrik membebankan konsumen mereka lebih tinggi untuk menutup biaya minyak yang naik dan naiknya biaya makanan ”Positif bagi Pound "

Bank Sentral Australia Menyebutkan Bunga Mungkin Perlu Naik
Bank sentral Australia menyebutkan kemungkinan akan perlu menaikkan suku bunga lagi guna meredam inflasi yang ``tinggi merisaukan'' . Mata uang negara-pun menguat. ``Kosongnya perubahan di dalam ekonomi yang beresiko menurun, membuat kebijakan moneter kemungkinan perlu untuk lebih ketat lagi di periode mendatang,'' menurut Reserve Bank of Australia dalam pernyataan kebijakan kuartalnya di Sydney kemarin. Pernyataan kemarin memicu spekulasi Gubernur Glenn Stevens akan menaikkan bunga secepatnya bulan depan setelah menaikkan benchmark-nya ke level tinggi 11-tahun di 7 persen pada 5 Peb.

Euro Tetap Lemah Karena Data Selanjutnya Tunjukkan Penurunan
Data ekonomi yang buruk dan pengakuan ECB bahwa ekonomi dapat melemah lebih lanjut menyebabkan banyak trader percaya langkah ECB selanjutnya adalah memangkas suku bunga dan tidak menaikkannya. Pagi kemarin, OECD mengumumkan bahwa meski leading indicator di zona Eropa tidak berubah di Desember, angka di November direvisi turun dari 98.4 ke 98.1. Data utama yaitu German ZEW survey dan GDP. Akan menarik untuk melihat seberapa besar ekonomi zona Eropa akan melemah. Pasar memprediksi pertumbuhan Jerman akan melambat dari 2.5% per tahun ke 1.8% dan untuk zona Eropa dari 2.7% ke 2.2%.

Saham Hong Kong Turun 3.6 % Setelah Libur
Saham blue chip Hong Kong jatuh hari Senin, turun 3.6% pada hari pertama rahun baru tikus, karena pasar terbawa penurunan di pasar luar negri selama minggu liburan. “Pasar luar negri lemah dan AS menghadapi pelambatan,” kata Joseph Lau, direktur di Tai Fook Asset Management. “Saham Hong Kong tidak ada arah yang jelas.” “Investor melakukan perdagangan jangka pendek untuk mencoba level bawah indeks Hang Seng,” kata Steve Cheng, associate director di Shenyin Wanguo. Dia memprediksi indeks blue chip akan bergerak antara 22,000 dan 25,000 poin bulan ini dan di bulan Maret. “Pasar menunggu laporan dari HSBC untuk melihat seberapa besar pengaruh obligasi subprime pada bank-bank.

Saham Seoul Turun 3.3% Setelah Liburan
Saham Seoul jatuh 3.3% Senin dengan saham bank dan perkapalan jatuh, karena investor terpengaruh penurunan pasar global selama liburan minggu lalu dan kuatir pertumbuhan kesehatan ekonomi global. Penjualan Asing mencapai 500 milyar won ($529 juta) pada penutupan, karena banyak yang mau keluar dari pasar saham akibat krisis kredit menjatuhkan pendapatan bank-bank. Pertemuan G7 di Tokyo akhir minggu lalu, pejabat keuangan Negara G7 memperingatkan bahwa krisis kredit ini berpengaruh negatif pada ekonomi dunia. “Jika pasar AS gagal menunjukkan perbaikan malam ini, akan memicu penjualan saham lebih lanjut.”

0 komentar: