Market Watch

Economic Calendar

Selasa, 21 April 2009

BoJ pangkas proyeksi ekonomi
Paket stimulus diragukan efektivitasnya

TOKYO: Bank of Japan (BoJ) kemungkinan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi akibat hantaman resesi ekonomi terhadap belanja perusahaan dan rumah tangga.

Pertumbuhan ekonomi Jepang tahun fiskal 2009, yang berakhir pada Maret 2010, diproyeksikan tumbuh negatif 4,2%, dua kali lipat di atas proyeksi bank sentral itu pada 3 bulan lalu.

Nilai tengah estimasi 16 ekonomi yang disurvei Bloomberg News menyebutkan harga konsumen, di luar makanan segar, akan turun 1,3%. Angka ini juga lebih cepat dibandingkan dengan estimasi BoJ sebelumnya.

Gubernur BoJ Masaaki Shirakawa mengatakan kinerja ekonomi negara melorot sejak Januari 2009. Melemahnya belanja perusahaan dan konsumen diduga akan merusak pertumbuhan, meskipun penurunan produksi dan ekspor mulai melambat.

Sejumlah ekonom mengatakan rekor paket stimulus Perdana Menteri sebesar US$155 miliar (15,4 triliun yen), tidak menunjukkan kelangsungan pemulihan perekonomian.

"Pembuat kebijakan BoJ mengekspektasikan proyeksi ekonomi yang berhati-hati, karena risiko kejatuhan ekonomi setelah stimulus fiskal yang bersifat temporer, tetap ada. Bank itu kemungkinan menempatkan tekanan besar dalam menurunkan risiko proyeksi," ujar Mari Iwashita, Kepala Ekonom Pasar Daiwa SMBC Securities Co.

Dia mengatakan dengan suku bunga acuan yang telah berada di posisi 0,1%, bank kemungkinan terpaksa menambah pembelian pinjaman yang diterbitkan oleh pemerintah dan perusahaan guna menyuntikkan dana ke ekonomi. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dampak resesi terburuk sejak 1945.

BoJ akan meluncurkan proyeksi ekonomi kedua pada 30 April 2009, pukul 03.00 sore di Tokyo. Laporan itu akan mempresentasikan proyeksi anggota dewan atas produk domestik bruto dan harga pasar sampai Maret 2010. Laporan tahunan sementara, yang dilaporkan setiap Januari dan Juli, juga menggambarkan arahan kebijakan perbankan.

Selama Januari 2009, Dewan BoJ memprediksikan ekonomi Jepang tumbuh negatif 2% pada tahun fiskal sekarang, dan tahun depan naik 1,5%. Inflasi diproyeksikan turun 1,1% pada tahun ini, dan anjlok 0,4% pada tahun depan. (esu)

Bloomberg

0 komentar: